Pencapaian resolusi tahunan

Pencapaian resolusi tahunan

Tak terasa tahun 2016 akan berakhir dalam hitungan hari. Hal yang paling menarik dilakukan menjelang akhir tahun adalah melihat kembali resolusi tahunan yang dibuat awal tahun dan bagaimana pencapaian resolusi tahunan tersebut.

Saya selalu tertarik membuat sebuah resolusi atau target yang harus dicapai dalam satu tahun. Dengan membuat target, kita akan terstimulasi dan terdorong untuk bisa meraih target tersebut. Resolusi ini harus memenuhi kaidah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-bound). Dengan menilai pencapaian resolusi tahunan di akhir tahun, kita bisa mengukur seberapa besar kita sukses dan bertumbuh di tahun tersebut. Jika kita berhasil mencapai seluruh target yang sudah kita buat di awal tahun, artinya kita bisa menutup lembaran tahun tersebut dengan manis dan patut dirayakan. Namun, apabila pencapaian resolusi tahunan tersebut tidak terpenuhi semuanya, maka banyak pembelajaran positif yang bisa kita petik agar tidak tergelincir di tahun berikutnya.

Resolusi tahunan harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-bound).

Pencapaian Resolusi Tahunan 2016

Pada artikel ini, saya ingin berbagi pencapaian resolusi tahunan saya terutama di tahun 2016 ini. Memang tidak semuanya akan saya ungkapkan secara utuh. Ada detail yang saya simpan hanya untuk saya sendiri. Pembaca setidaknya bisa melihat bagaimana saya membuat resolusi, berusaha untuk mencapainya, dan bagaimana kemudian mengukur pencapaian resolusi tahunan saya.

Di awal tahun 2016, target pertama yang saya buat adalah mengenai aset yakni total kumpulan tabungan, saham, dan bentuk aset lain saya. Saya menargetkan bahwa di 31 Desember 2016 target aset saya harus berjumlah X rupiah. Resolusi ini meleset cukup signifikan. Di akhir 2016, aset saya diperkirakan hanya mencapai 80% dari target X. Ada beberapa pengeluaran yang tidak saya masukan pada perencanaan awal tahun. Salah satunya adalah biaya sekolah anak langsung 2 tahun yang harus dibayar sebelum Desember 2016. Saya tidak memasukan biaya ini karena saya pikir biasanya akan ditagih di 2017. Biaya-biaya tak terduga ini membuat pencapaian target aset saya tidak tercapai. Padahal, saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai resolusi aset dengan pengelolaan keuangan bulanan yang terjaga dan hanya fokus untuk membeli barang-barang yang merupakan kebutuhan (bukan sekedar keinginan).

Resolusi tahunan kedua saya adalah berat badan saya. Saya menargetkan berat badan saya harus X kg pada akhir tahun. Alhamdulillah saat ini saya mampu menjaga berat badan konsisten di X kg semenjak beberapa bulan terakhir menjelang tahun 2016 berakhir. Berat badan X kg merupakan perhitungan dari body mass index yang ideal. Dengan menjaga berat badan ideal, setidaknya bisa menjaga diri untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sepanjang 2016, saya berusaha mencapai target ini dengan cara mengurangi konsumsi karbohidrat di malam hari dan menjaga keseimbangan 4-sehat di siang hari. Alhamdulillah dengan pola makan yang teratur, saya dapat menjaga berat badan saya.

Setelah aset dan berat badan, saya menargetkan di akhir tahun 2016, saya sudah membaca X buku. Alhamdulillah per November 2016, saya sudah melebihi target dengan membaca hampir 2X buku. Sangat menyenangkan bisa membaca buku sesuai dengan keinginan guna menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan. Guna mencapai target ini, saya selalu mengusahakan untuk bisa membaca buku di malam hari. Sepulang kantor jam 19:00 WIB, biasanya saya menghabiskan waktu untuk makan malam, bermain bersama anak, dan menemani anak tidur sampai dengan pukul 22:00 WIB. Baru setelah itu, saya menyempatkan diri untuk membaca buku antara pukul 22:00 s.d 23:30 WIB setidaknya 2-3 hari dalam seminggu dan tidur setidaknya 6 jam. No pain, no gain, begitu kata pepatah.

Pencapaian resolusi tahunan
Salah satu buku yang dibaca di 2016

Resolusi keempat saya adalah membuat sebuah projek sampingan atau projek alter ego saya. Ketika saya masih bekerja di perbankan, bersama dengan kolega saya, Ivan Kurniawan Nasution dan lain-lain, kami mendirikan majalah arsitektur ruang. Majalah ruang ini masih eksis hingga kini dan sekarang dipegang oleh Ivan dan kawan-kawan. Saya sendiri sudah tidak aktif lagi di majalah ruang. Selalu menarik untuk bisa mempunyai projek sampingan untuk menampung ide-ide liar yang tidak bisa diterapkan di dunia bekerja. Jadi, meski saya bekerja sebagai financial analyst waktu itu, saya tetap meluangkan waktu untuk selalu terlibat dengan dunia arsitektur karena latar belakang S1 saya yang dari arsitektur. Saya tertarik untuk mempunyai projek-projek seperti ini. Hanya saja, di tahun 2016, saya belum menemukan konsep yang hebat dan mitra yang tepat. Saya meyakini bahwa projek-projek semacam ini perlu setidaknya 2 kepala agar lebih kaya dalam ide dan lebih indah dalam eksekusi rencana. Sejauh ini, tampaknya ide projek ini tidak akan terealisasi di tahun 2016. Semoga di 2017, saya bisa menemukan partner yang sehati dalam menjalankan projek yang hebat, meskipun sampai saat ini saya belum terbayang seperti apa konsepnya.

Saya hanya membuat 5 target utama di 2016. Setelah mengungkapkan 4 resolusi saya, maka resolusi yang terakhir adalah sesuatu yang sangat personal sehingga tidak bisa saya share disini. Tapi alhamdulillah target ini juga berhasil saya raih. Dengan begitu, dari total 5 target yang saya buat: 3 tercapai 100%, 1 tercapai 80%, dan 1 lagi gagal total. Boleh dibilang tahun 2016 bisa saya lalui dengan nilai 76,00 dari 100. Ya, tidak begitu buruk, namun pula tidak begitu baik. Setidaknya saya belajar banyak dari pencapaian resolusi tahunan saya.

Pembelajaran Pencapaian Resolusi Tahunan

Dengan membuat resolusi tahunan dan melakukan pengukuran hasil, kita bisa mengetahui seberapa sukses kita di tahun sebelumnya. Saya sendiri merasakan banyak pembelajaran yang kemudian bisa saya terapkan di tahun berikutnya.

Di akhir 2016, saya membuat resolusi untuk tahun 2017. Resolusi 2017 saya kembangkan berdasarkan pembelajaran yang saya peroleh melalui pencapaian resolusi tahunan di 2016. Di tahun 2017 nanti, saya kembali menargetkan aset sebesar Y rupiah. Belajar dari pengalaman 2016, saya membuat perhitungan pemasukan dan pengeluaran yang lebih detail guna menghindari biaya-biaya yang tak terduga.

Selain itu, saya juga tetap menargetkan berat badan X kg. Tidak hanya itu, saya menambahkan target olah raga rutin bulanan X jam per bulan di 2017 nanti. Saya menyadari bahwa menjaga berat badan dan menjaga pola makan saja tidak cukup. Itu harus dibarengi dengan olahraga agar badan lebih sehat, pikiran lebih segar, otot lebih terjaga, dan jantung juga lebih siap.

Membaca buku tetap saya masukan dalam agenda 2017 dengan jumlah yang bertambah dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya X buku, maka di 2017 jumlahnya hampir 2X. Saya belajar banyak di tahun 2016 untuk time management terutama waktu untuk menyempatkan diri membaca buku. Karena itu, saya yakin bisa mencapai target membaca buku 2X di tahun 2017 nanti. Selain target-target di atas, ada beberapa target yang saya siapkan di 2017, namun mohon maaf belum bisa di-share saat ini.

Saya merasakan banyak manfaat dengan membuat resolusi tahunan, kemudian melakukan evaluasi setiap beberapa bulan, dan bisa melakukan pengukuran pencapain resolusi tahunan. Membuat resolusi itu seperti memberikan arah kemana kita ingin membawa tahun tersebut. Seperti berkendaraan, membuat resolusi artinya menentukan arah dan kemudian mencari jalan yang paling efektif dan efisien dalam mencapainya. Bayangkan jika anda naik mobil, kemudian anda menyalakan kendaran dan lalu tidak tahu mau kemana. Anda hanya akan menghabiskan bensin mobil anda dan juga waktu yang sangat berharga. Melakukan pengukuran pencapaian resolusi tahunan membuat kita bisa menyadari apa kegagalan kita di tahun tersebut, apa yang kita bisa pelajari untuk tahun-tahun berikunya, apa yang sudah kita lakukan dengan sukses di tahun tersebut, dan bagaiman kita bisa merayakannya di tahun berikutnya.

Semoga kita semua sudah mempersiapkan resolusi 2017 dan bersemangat dalam menyambutnya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

4 thoughts on “Pencapaian resolusi tahunan