Membaca buku biografi

Membaca buku biografi

Hidup itu berlika-liku, penuh rintangan, dan memberikan kisah indah untuk dikenang. Saya sangat meyakini hal ini. Membaca buku biografi dari orang-orang hebat bisa membawa kita merasakan dan mengalami perjalanan hidup mereka. Bagaimana mereka memulai sesuatu dari bawah, jatuh bangun menghadapi hidup, kemudian merasakan kebahagiaan, terkadang jatuh kembali dan bangkit lagi, dan membentuk kisah yang luar biasa.

Saya hobi membaca buku, bahkan membaca sekian jumlah buku per tahun ada dalam resolusi tahunan saya. Dan buku biografi adalah satu kategori buku yang saya sangat sukai. Saya membaca buku biografi dari tokoh-tokoh lintas displin, dari tokoh nasional sampai dengan internasional, dari musisi hingga politikus. Saya membaca biografi Soeharto, Mochtar Riady, Liem Sioe Liong, Tony Blair, Chrisye, David Beckham, SBY, Steve Jobs, KD, The Beatles, Gigi (band), Richard Branson, Elon Musk, Jakob Oetama, William Soeryadjaya, Adji Watono, Chairul Tanjung, Tahir, Christiano Ronaldo, Soe Hok Gie, TP Rachmat, Kwik Kian Gie, sampai dengan buku-buku yang isinya banyak biografi singkat dari tokoh-tokoh berpengaruh di dunia. Beberapa buku biografi yang pernah saya baca, kini saya jual di akun tokopedia saya di https://www.tokopedia.com/girinarasoma.

Membaca buku biografi merupakan salah satu proses pembelajaran terbaik menurut saya. Dengan membaca buku biografi, kita bisa mengetahui perjalanan hidup seseorang dari awal hingga akhirnya dijadikan tokoh biografi. Kita bisa meniru apa yang mereka lakukan untuk menggapai kesuksesan versi kita sendiri. Kita bisa belajar trial and error apa yang mereka pernah hadapi sehingga kita tidak perlu melakukan kesalahan yang sama. Kita bisa belajar bagaimana para tokoh membina hubungan dengan para pemangku kepentingan dan bisa memanfaatkan celah-celah keberhasilan melalui langkah yang cerdas dan tepat. Begitu banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh dari membaca buku biografi, termasuk kisah politik, asmara, dan keluarga dari seorang tokoh.

Satu hal yang saya tidak sukai dari membaca buku biografi adalah ketebalan bukunya. Buku biografi yang menarik dan lengkap (detail) biasanya cukup tebal (di atas 5 centimeter). Hal ini membuat kita memerlukan waktu yang cukup panjang dalam menikmati buku tersebut sampai akhir. Memang diperlukan kesabaran khusus untuk bisa merasakan kenikmatan membaca biografi. Saya sendiri, untuk menghindari kejenuhan membaca buku biografi, biasanya membaca buku lain (bukan biografi) tatkala sedang membaca buku biografi seorang tokoh. Ya, semacam intermezzo dari kepenatan membaca buku. Namun, kalau memang buku biografinya menarik, saya tidak membutuhkan buku lain dan bahkan buku tersebut dapat dilahap dalam waktu 2 -3 hari.

Ada beberapa buku biografi yang sudah mengantri dibaca seperti buku Alex Ferguson, Steven Gerrard, Jeff Bezos. Dan ada beberapa tokoh yang sangat saya nantikan muncul biografinya seperti Eka Tjipta Widjaja, Mu’min Ali Gunawan, Budi Hartono, dan sebagainya. Semoga suatu hari ada penulis yang ingin menceritakan kisahnya dan memberikan inspirasinya kepada kita. Selamat membaca buku biografi dan terinspirasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

5 thoughts on “Membaca buku biografi