Hidup di London, Inggris .
Sering teman saya bertanya, “Gimana gir di London? Betah ga?”. Ya, selama punya uang yang cukup untuk hidup (dalam arti tidak perlu berlebihan), saya bisa bilang saya betah hidup di London Inggris. Begitu banyak kenyamanan yang saya rasakan selama hidup di London Inggris meskipun tidak sedikit pula saya mengalami hal yang kurang menyenangkan. Namun, jika hal yang menyenangkan dikurangi hal tidak menyenangkan, ya surplus hal yang menyenangkan.
Pada artikel ini, ingin membicarakan mengenai pengalaman dan pemahaman saya mengenai hidup di London Inggris. Biaya hidup di London Inggris tidak saya bahas disini karena pernah saya bahas pada artikel lain (silakan klik berikut untuk membaca artikelnya, Biaya hidup di London Inggris). Semoga bisa menjadi pembelajaran dan masukan buat siapa saja yang ingin hidup di London Inggris. (Hidup di London Inggris)
Iklim
Pertama kali saya menginjakkan kaki di London sekitar bulan September, saya 100% salah kostum. Dari Indonesia, saya sudah menggunakan long john, ditambahkan dengan kaos+kemeja+celana jeans dan jaket yang cukup tebal. Tiba di London, wah panasnya minta ampun. Suhunya hampir sama dengan di Jakarta. Saya pikir, meskipun lagi summer (musim panas), kota-kota di Eropa pasti tetap dingin. Ternyata saya salah total. Kalau lagi summer atau kena heatwave, suhu di London bisa mencapai 32 derajat Celcius. (Hidup di London Inggris)
Untuk yang sudah biasa pergi ke negara 4 musim, ya mungkin cuaca di London tidak terasa asing. Kalau lagi winter (musim dingin), setahu saya London tidak sedingin kota-kota di belahan utara UK. London tidak cukup identik dengan salju. Hanya 2-4 tahun belakangan saja London bersalju cukup lama (1-2 minggu). Tahun 2011 kemarin, salju kembali menjauh dari London dengan hanya turun 1-2 hari saja. Jadi jangan selalu berharap ada White Christmas. Meskipun dinginnya menusuk tulang, konon tidak ada apa-apanya dibandingkan beberapa kota Eropa lainnya seperti di Jerman atau negara Skandinavia. Begitu pula kalau lagi summer, konon tidak seterik di beberapa kota panas Eropa seperti Barcelona. (Hidup di London Inggris)
Selama saya hidup di London Inggris, cuacanya sangatlah ‘labil’. Ketika seharusnya sudah masuk musim dingin, jangan terkejut jika suatu hari ternyata suhunya masih di atas 27 derajat Celcius. Begitu pula sebaliknya ketika musim panas, jangan terkejut jika tiba-tiba suhunya bisa dibawah 10 derajat Celcius. Rutin melihat prakiraan cuaca di BBC weather (http://www.bbc.co.uk/weather/) bisa membantu anda mempersiapkan payung atau Sun body lotion, serta menghindari salah kostum. Buat yang memiliki alergi pada musim dingin, siaga selalu membawa obat-obatan pencegah atau penyembuh selama hidup di London Inggris.
Rumah
Mencari rumah atau akomodasi di London Inggris gampang-gampang susah. Anda bisa mengakses situs-situs pencari rumah yang handal seperti Zoopla, Find a Property, atau Primelocation untuk mencari daftar rumah yang disewakan. Jika anda ingin menyewa satu rumah/unit dari website Zoopla, Find a property, atau sejenisnya; biasanya anda akan terhubung dengan agen. Saya tidak tahu secara pasti, akan tetapi perangkat hukum dan administrasi di UK sudah sangat mendetail menjamah aspek penyewaan rumah. Tidak seperti di Indonesia dimana saya bisa saja dengan gampang menyewakan rumah saya untuk orang lain, UK memiliki act (undang-undang) untuk urusan tenancy (penyewaan). Ada standar atau template untuk Tenancy Agreement (perjanjian sewa rumah). Ada pula tanggung jawab standar yang harus dipenuhi oleh landlord (pemilik rumah) dalam menyediakan rumahnya seperti gas safety check. Mungkin karena itulah diperlukan agen sebagai mediator antara landlord dan tenant. Tapi percayalah, tidak semua orang disini mematuhi peraturan yang berlaku.
Jika anda ingin lebih murah dengan hanya menyewa 1 kamar dan berbagi dapur/kamar mandi dengan penghuni lain, situs seperti spareroom atau easyroommate dapat menjadi referensi yang berguna. Pada umumnya, fasilitas shared house ini memungkinkan anda langsung berhubungan dengan si pemilik rumah. Alhasil, tidak ada jaminan anda akan mendapat perjanjian sewa-menyewa yang standar sesuai act. Meskipun begitu, anda dapat meminta lodger agreement sebagai bukti hitam di atas putih ya dengan konsekuensi memiliki standar hukum yang tidak selengkap jika menyewa 1 rumah/unit full. Ya, ada harga ada barang. Jika anda menggunakan agen, mungkin semuanya berjalan lebih smooth dan lebih aman namun anda harus membayar biaya agen. (Hidup di London Inggris)
Segala bentuk penyewaan kamar atau rumah di UK sudah ada payung hukumnya. Meskipun sudah ada payung hukumnya, tetap saja banyak kejadian yang tidak menyenangkan dari proses sewa-menyewa rumah ini seperti agen yang tidak bertanggung jawab, landlord yang tidak mengembalikan deposit, agen yang sangat ‘cerdas’ memanfaatkan kata per kata di kontrak sehingga anda tidak bisa menyanggah agen , dan lain sebagainya. Ya, harus berhati-hati dalam mencari agen dan tempat tinggal. Tidak semua agen dan pemilik rumah itu membantu dan menyenangkan. Bisa saja anda menggunakan solicitor (pengacara) jika suatu saat tersandung kasus, tapi pastinya akan menyedot waktu, fokus, dan uang anda. Anda harus pintar-pintar melihat review di internet, mengunjungi atau bertatap langsung dengan agen/pemilik rumah dan kemudian menggunakan instuisi, atau berbincang-bincang dengan calon tetangga untuk menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan selama hidup di London Inggris. (Hidup di London Inggris)
Transportasi
Sistem transportasi di London so pasti lebih baik daripada Jakarta. Sistem transportasi publik di London Inggris tertata sangat baik. Adanya sinergi antar moda transportasi seperti bus, tube, train dibawah komando TfL (Transport for London) dan akses informasi yang mudah memberikan kenyamanan untuk setiap pengguna transportasi publik di London. Jika ingin mengetahui sekilas mengenai sistem transportasi, silakan mengklik artikel Transportasi di London

Jika anda student terdaftar di London atau UK, maka anda bisa menggunakan mobil pribadi selama 12 bulan pertama disini. Infonya bisa diklik di link berikut: driving in the UK. Saya sendiri selama hidup di London Inggris tidak pernah menggunakan kendaraan pribadi, padahal saya sudah menyiapkan international driving license dari Indonesia (jadinya ngabis-ngasibin duit aja buat tuh license). Tapi yang saya tahu, aturan menyetir disini tidak lah gampang. Begitu banyak garis di jalan dan traffic signage yang mengandung arti khusus, yang ada baiknya anda pahami sebelum membawa kendaraan pribadi disini. Biaya bahan bakar dan parkir pun konon tidak murah. Jadi, jika membawa kendaraan pribadi, ya persiapkan dana lebih banyak . (Hidup di London Inggris)
Kesehatan & Pendidikan
Sekitar beberapa bulan kemarin, saya sering berkunjung ke rumah sakit untuk keperluan tertentu. Karena saya terdaftar di sistem kesehatan disini (disebutnya NHS – National Health Service), maka biaya perawatannya gratis. Saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Dari yang saya ketahui, biaya kesehatan disini memang mendapat alokasi yang cukup besar dari pemerintah. Meskipun begitu, ada beberapa rumah sakit atau dokter private yang meminta bayaran jika anda melakukan kunjungan. Kenapa bisa ada dokter private tatkala ada fasilitas gratis dari negara? Dari yang saya alami selama hidup di London Inggris, pelayanan kesehatan disini tidak cukup memuaskan jika dibandingkan dokter di Indonesia. (Hidup di London Inggris)
Setiap orang disini akan terdaftar pada dokter atau GP (General Practice) pada daerah masing-masing. Jika saya tinggal di daerah Ealing, maka saya harus mendaftarkan diri ke dokter untuk wilayah Ealing. Saya tidak bisa sembarangan berkunjung ke dokter/GP di daerah Wimbledon misalnya. Jika saya sakit demam hari ini, dan lalu membuat janji untuk bertemu dokter, kecil kemungkinan saya bisa bertemu pada hari yang sama. Terkadang, saya baru bisa bertemu dengan dokternya besok atau bahkan minggu depannya. Wah, bagaimana jika butuh emergency? Kita bisa pergi ke beberapa rumah sakit yang memang menyiapkan fasilitas gawat darurat atau Walk In Centre, yang kadang letaknya tidak dekat dari rumah kita (biayanya tetap gratis). Karena itulah dokter private hadir untuk memberikan servis yang cepat.
Untuk sistem pendidikan, saya tidak tahu pasti mengenai detailnya. Yang saya tahu, di UK, terdapat pilihan state school dan public (independent) school untuk jenjang pendidikan dasar ke menengah. State school konon gratis dan public school konon harus berbayar. Dari artikel yang pernah saya baca, sekitar 7-10% anak-anak di UK bersekolah di public school, dengan sisanya bersekolah ya di state school. Jadi jika anda membawa anak berusia dibawah 15 tahun, anda bisa menyekolahkannya di state school jika mau gratis, atau membawanya ke public school yang konon memiliki kualitas lebih baik. (Hidup di London Inggris)
Sektor Pendidikan dan sektor Kesehatan (Social Services) merupakan alokasi pengeluaran terbesar negara ini. Karena itulah banyak kemudahan finansial yang bisa dinikmati warganya untuk kedua urusan ini. Selama anda terdaftar resmi dan hidup di London Inggris, jangan takut untuk menikmati sistem pendidikan dan kesehatan yang gratis.
Keramahan dan Keamanan
Menurut opini saya, orang Indonesia itu lebih ramah dibandingkan dengan orang sini. Mungkin pernyataan saya terlalu general dan tidak bisa diakui keandalannya. Tapi ya selama saya hidup di London Inggris, saya tidak cukup sering menemui orang menebar senyum. Teman saya pernah ngetwit, “London Rule: Don’t smile at strangers”. Ada yang membantahnya dengan bilang, orang-orang yang tidak tersenyum itu sebenarnya bukan brits (orang lokal) dan London sudah tidak identik dengan brits karena terlalu banyak imigran yang hidup di London Inggris. Mungkin ada benarnya, mungkin pula hanya sekedar pembenaran. Tapi ya selama saya disini, saya tidak menemukan keramahan yang lumrahya saya temui di Jakarta, Bandung, Bali, atau kota-kota destinasi wisata di Indonesia. (Hidup di London Inggris)
Untuk keamanan, menurut saya secara keseluruhan, London itu aman (terutama di siang hari). Ketika hari berganti menjadi malam, terkadang saya tidak merasakan kadar keamanan yang sama. Seringkali saya membaca berita ada pembunuhan atau perkelahian yang terjadi di malam hari. Dari hasil riset yang pernah saya baca, rata-rata kejahatan yang terjadi pada malam hari mayoritas disebabkan karena dalam kondisi mabuk. Seringkali jika saya pulang malam saya ketemu dengan orang mabuk yang ngomong dan gerakannya memang sudah ngelantur. Jika sudah begitu, ada baiknya menghindari daerah tersebut dan menggunakan taxi untuk pulang. (Hidup di London Inggris)
Jika anda ingin menyewa atau membeli rumah, tak ada salahnya untuk mengecek tingkat keamanan daerah tersebut di website http://www.police.uk/ dan http://maps.met.police.uk/. Disitu anda bisa melihat crime rate dan segala statistik yang berkaitan dengan itu. Tapi ingat, low crime doesn’t mean no crime! Jangan sampai karena crime rate-nya rendah, anda jadi lupa untuk mempersiapkan diri terhadap security and safety selama hidup di London Inggris.

Hiburan
Soal hiburan, jangan takut! Anda tak pernah kehabisan hiburan selama hidup di London Inggris. Silakan menyimak website timeout london dan londonist untuk mengetahui events terkini dan terpanas. Begitu banyak tempat hiburan yang bisa anda kunjungi di London, mulai dari yang gratis sampai yang ratusan pound. (Hidup di London Inggris)
So, selamat menikmati hidup di London Inggris! (Hidup di London Inggris)



47 comments
Herli Salim says:
Jul 8, 2012
Dear Mas Giri, saya akan ada kegiatan seminar di Uni of London dari 10 Agustus s.d. 17 Agustus 2012. Saya sdg mencari penginapan yg “cocok” di kantong. Saya adalah dosen UPI Bandung. Seminar ini merupakan kelanjutan dari S3 saya. Saya tahun lalu tamat dari S3 dari Deakin University di Kota Melbourne Australia. Mohon informasinya.
Trims
Herli Salim (L)
Dosen UPI Bandung
giri says:
Jul 8, 2012
Dear Mas Herli,
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Selamat untuk conference di Uni of London.
Kebetulan tanggal 12 Agustus itu penutupan Olimpiade. Jadi tanggal segitu rasanya cukup susah untuk mencari penginapan umum yang murah.
Coba Mas Herli hubungi Wisma Siswa Merdeka atau Wisma Caraka di http://www.indonesianembassy.org.uk/info_residence.html via email atau telepon.
Mudah2an masih ada tempat. Smoga bisa membantu.
Salam,
Giri
hendra says:
Jul 9, 2012
Dear mas giri, artikel yang anda share bermanfaat buat saya, saya mau bertanya.. Apakah kita orang indonesia bisa pergi kesana semisal hanya untuk bekerja? Saya sudah mengimpi”kan dari dulu agar bisa kesana, cuma saya msh ragu apakah untuk masuk ke negara tersebut di persulit atau tidak khususny bagi orang indonesia yang ingin bekerja maupun tinggal disana. Mohon info nya.. Terima kasih
Salam,
Hendra.
giri says:
Jul 9, 2012
Dear Mas Hendra,
Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Ya, selama Mas Hendra punya visa yang resmi untuk bekerja, ya bisa aja kesini untuk bekerja. Untuk mendapatkan visa kerja, butuh sponsorship dari perusahaan yang mau menghire kita. Tanpa sponsorship, kita tidak bisa mengajukan visa kerja di UK.
Untuk mengetahui detail visa kerja di UK, Mas Hendra bisa cek http://www.ukba.homeoffice.gov.uk/visas-immigration/working/. Semoga membantu.
Salam,
Giri
intan says:
Jul 25, 2012
dear mas giri, mau tanya nih tentang cowok london, saya punya kenalan dari facebook, awalnya sih dia duluan kirim messages tapi tdk saya tanggapin, lalu saya kirim messages ke dia dan komunikasi kita lancar, eh ujung2 nya ngajak nikah, gmana ya budaya mereka, terima kasih mas giri
giri says:
Jul 25, 2012
Dear Mbak Intan,
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Selamat atas ajakan nikahnya
. Untuk cowok london, ya masing-masing berbeda sih. Saya ga bisa mengeneralisir mengenai cowok London dan budaya mereka. Masing-masing orang pny kepribadian dan hidup dlm budaya msg2. Perihal budaya juga terlalu luas. Mgkn bisa lebih spesifik aspek budaya yg spt apa yg dmaksud Mbak Intan.
Salam.
dessy says:
Jul 29, 2012
mas giri, saya seorang penulis nih. nah saya kan berencana memakai London sebagai latar tempatnya untuk novel terbaru saya. saya sudah sudah pusing sekali mas, saya sudah research dengan sedetail mungkin, tapi sulit sekali mas. kalau mas giri berkenan untuk jadi narasumber saya, saya akan sangat senang sekali mas hehe. kalau boleh, saya minta e-mail mas giri atau facebook (kalau bisa sih facebook aja, karena ym dan skype saya lagi error hehe), biar nanti lebih gampang komunikasinya. kira-kira mas biasanya online jam berapa ya waktu indonesia? saya bisa kok mengatur waktu. terima kasih.
giri says:
Jul 29, 2012
Hi Dessy,
Jadi narasumbernya ngapain ya?
Saya balas via facebook ya.
Salam
Asfiyah says:
Aug 29, 2012
Assalamualaikum Pak/Mas Giri,
perkenalkan saya, Asfiyah, sy bekerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan. InsyaAllah tgl 13 September 2012 ini sy ada undangan meeting di London. Sy belum pernah ke sini sebelumnya, dan kebetulan sy ditugaskan sendirian. Sy boleh minta no tlp nya dan menghubungi Pak/ Mas Giri?. jadi selama di sana, sy bisa nanya2, jika diperlukan.
Terima Kasih sebelumnya.
giri says:
Aug 29, 2012
Waalaikumussalam, Asfiyah.
Wah, mohon maaf saya saat ini sedang berada di Indonesia. Insyaallah saya siap bantu via email.
Jika ada pertanyaan, silakan melalui blog ini atau via email.
Sukses ya.
Salam,
Giri
Asfiyah says:
Aug 30, 2012
Mas Giri,
terima kasih atas reply-nya.
saat ini sy sedang menunggu pengurusan visa selesai dilakukan.
Jika nanti ada yg ingin saya tanya, sy akan kontak Mas Giri.
Sekali lagi terima kasih
Asfiyah
Arif says:
Oct 20, 2012
assalamualaikum…selamat sore (saat menulis comment) buat mas Giri.
saya mau tanya, saya dokter umum lulus 2 tahun lau. saya punya kenalan orang UK. dia menawarkan mau membatu saya untuk sekolah spesialis disana. Nah dia bilang karena profesi saya dokter maka akan lebih mudah jalannya. dan dia mengenalkan saya sama seorang yg bilangnya director UK border agency dia meminta saya untuk mengirimkan full name, passport number, alamat, nomer telepon, dan ijazah. nah yang saya tanyakan apa benar seperti itu. Saya takut ditipu dan sebagainya.
saya mengenal orang ini sudah setaun.
menurut mas gimana?
giri says:
Oct 21, 2012
Waalaikumussalam, Mas Arif.
Saya fikir jika memang Mas Arif ingin melamar sekolah spesialis di UK, tidak perlu sampai melobi director UK Border Agency. Budaya di UK tidak sama dengan di Indonesia. Disini sistemnya tertata cukup rapi. Jika memang Mas Arif memenuhi persyaratan untuk mendapat sekolah disini, pasti diloloskan oleh UK Border Agency, tanpa perlu link ke si director. Itu saran dari saya. Keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Mas Arif.
Terima kasih telah mampir ke blog saya.
Salam,
Giri
Aditya Pranata says:
Nov 20, 2012
Assalammualaikum Mas Giri
Pertama salam kenal mas
nama saya Adit
Saya adalah designer dan seorang illustrator, saya suka sekali mengarang dan menggambar untuk buku anak. Saya memiliki impian untuk bisa hidup di London atau daerah inggris lainnya. Saya berencana setelah saya lulus kuliah saya mencoba survive disana, apakah mas Giri bisa memberikan masukan apa saja yang harus saya lakukan untuk bekal disana? dan yang perlu saya tanyakan, saya sering mendengar jika kita membawa laptop, apakah di bandara semua software2nya diperiksa? semisal software2 design semacam adobe illustrator atau Photoshop, jika ketahuan palsu/bajakan akan disitia, untuk part time job, apakah orang Indonesia seperti kita dapat mudah mendapat job disana? saya ingin sekali survive disana, impian saya saya bisa membuat sebuah brand sendiri disana, tapi untuk meraih itu, paling enggak saya punya pekerjaan dulu untuk makan dan membayar apartement
. Mahon bantuannya mas Giri
Karena saya belum berpengalaman keluar negeri
dan saya tidak punya sanak saudara di sana
Terima Kasih
Aditya Pranata
giri says:
Nov 23, 2012
Hi Mas Adit,
Wah, hebat tujuan hidupnya. Saya doakan bisa tercapai.
Mengenai pemeriksaan software, sepengalaman saya dan teman-teman saya, tidak ada yang laptopnya diperiksa. Namun, hal ini bukan berarti tidak ada pemeriksaaan. Bisa saja ternyata ada pemeriksaan yang bersifat acak (random) yang selama ini tidak saya rasakan. Saya sarankan untuk berhati-hati.
Mendapatkan pekerjaan tidak mudah. Namun, jangan pernah menyerah. There’s a will, there’s a way
Salam,
Giri Narasoma Suhardi
Aditya Pranata says:
Nov 20, 2012
Assalammualaikum Mas Giri
Pertama salam kenal mas
nama saya Adit
Saya adalah designer dan seorang illustrator, saya suka sekali mengarang dan menggambar untuk buku anak. Saya memiliki impian untuk bisa hidup di London atau daerah inggris lainnya. Saya berencana setelah saya lulus kuliah saya mencoba survive disana, apakah mas Giri bisa memberikan masukan apa saja yang harus saya lakukan untuk bekal disana? dan yang perlu saya tanyakan, saya sering mendengar jika kita membawa laptop, apakah di bandara semua software2nya diperiksa? semisal software2 design semacam adobe illustrator atau Photoshop, jika ketahuan palsu/bajakan akan disitia, untuk part time job, apakah orang Indonesia seperti kita dapat mudah mendapat job disana? saya ingin sekali survive disana, impian saya saya bisa membuat sebuah brand sendiri disana, tapi untuk meraih itu, paling enggak saya punya pekerjaan dulu untuk makan dan membayar apartement
. Mahon bantuannya mas Giri
Karena saya belum berpengalaman keluar negeri
dan saya tidak punya sanak saudara di sana
Terima Kasih
Aditya Pranata
giri says:
Nov 23, 2012
Hi Mas Adit,
Wah, hebat tujuan hidupnya. Saya doakan bisa tercapai.
Mengenai pemeriksaan software, sepengalaman saya dan teman-teman saya, tidak ada yang laptopnya diperiksa. Namun, hal ini bukan berarti tidak ada pemeriksaaan. Bisa saja ternyata ada pemeriksaan yang bersifat acak (random) yang selama ini tidak saya rasakan. Saya sarankan untuk berhati-hati.
Mendapatkan pekerjaan tidak mudah. Namun, jangan pernah menyerah. There’s a will, there’s a way
Salam,
Giri Narasoma Suhardi
arvin jazmi says:
Dec 6, 2012
saya ditawai pekerjaan oleh the millbridge hotel 50 beeston place london sw1w 0jw, sebagai assistant manager front office. dan berlanjut smp sekarang hingga ditawari kontrak kerja dan pengurusan dokumen utk kerja disana, melalui hm tours & travel untuk mengurus immigration work permit nya. saya bingung apakah hotel ini benar ada? dan apakah hm tours travel ini juga ada? karena saya disuruh transfer sejumlah uang lewat western union utk biayanya? saya risau takutnya ini penipuan.
giri says:
Dec 10, 2012
Hi Mas Arvin,
Jangn pernah mentransfer uang untuk urusan pekerjaan. Seharusnya itu dibiayai sepenuhnya oleh calon perusahaan. Jadi, yang skrg ini jelas-jelas penipuan. Semoga membantu
Biaya hidup di London Inggris says:
Dec 11, 2012
[...] juga artikel Hidup di London Inggris sebagai persiapan untuk hidup di [...]
the owl says:
Dec 19, 2012
hi mas Giri,
cuma simple question aja sih… kalo kirim kartu pos dari London ke Indonesia tarifnya berapa dan berapa lama ya sampai di alamat tujuan? thank you sebelumnya
giri says:
Dec 20, 2012
Hi The Owl,
Trims untuk mampir. Beragam mas harganya. Dari mulai £1.84 sampe £50an, tergantung fasilitas yg ingin dipake. Selengkapnya coba masuk ke http://www.postoffice.co.uk/price-finder
hendarto Arif says:
Dec 29, 2012
Assalmualaikum,mas Giri..
Alhamdulillah saya insya Allah bulan Februari ini akan berangkat ke London untuk melanjutkan sekolah spesialis di St George Hospital London.
Jika boleh say tau apa saja yang harus saya persiapkan sebelum berangkat selain Visa. Kebetulan saya ada teman di sana dia yang membantu pengiriman letter of acceptance dr RS, surat penanggungan biaya slama dsana dan tiket pesawat untuk pengurusan visa di Indonesia.
Apakah ada saran bagi saya ini yang belum pernah meninggalkam negara Indonesia tercinta?
Terima kasih. Wassalamualaikum..
giri says:
Dec 31, 2012
Waalaikumussalam, Mas Arif.
Pertama, saya ucapkan selamat untuk keberhasilan melanjutkan sekolah.
Saya doakan sukses selalu.
Untuk pengurusan visa, coba baca http://www.ukba.homeoffice.gov.uk/countries/indonesia/applying/?langname=UK%20English dan http://www.ukba.homeoffice.gov.uk/countries/indonesia/fees1/?langname=UK%20English
Mohon semua detail diperhatikan dan semua dokumen dipersiapkan. Jangan sampai melewatkan satu persyaratan apapun.
Kalau bisa semua yang diminta, bisa Mas Arif sediakan. Dengan begitu, proses pengajuan Visa bisa berjalan dengan lancar.
Jika semua persyaratan visa diurus, ya paling yang harus dipersiapkan adalah Dana Cadangan untuk hal-hal yang tidak diharapkan.
Mungkin bisa persiapkan antara £1000 – 2000. Persiapkan juga nomor kontak yang bisa dihubungi di London jg terjadi apa-apa.
Ya selebihnya persiapkan diri baik secara mental dan jasmani menghadapi kehidupan disana.
Untuk baju, makanan, dsj; bisa dipersiapkan dari Indonesia, namun bisa pula beli disana. Di London, banyak kok toko2 yg jual barang murah.
Semoga membantu.
Salam,
Giri
Della says:
Feb 10, 2013
Hi kak giri,
Apakah aman berbagi flat dengan org asing di London? Apakah mungkin berbagi flat dgn lawan jenis?
Apakah bs berhubungan langsung dengan pemilik gedung flat?
Flatnya sistemnya sewa/beli? Kalau sewa, biasanya per bulan atau tahun?
Terimakasih.
giri says:
Feb 12, 2013
Hi Della,
Terima kasih ya ud mampir membaca.
Wah, kl ditanya aman atau tidak, jawabannya ya tergantung flatmate-nya.
Kl dptnya flatmate yg asik & baik, ya aman-aman aj.
Untuk flat, sebenarnya sangat tergantung.
Liat aja fasilitas yang ditawarkan. Apakah bisa disewa atau dibeli. Apakah hny menerima satu gender atau tidak. Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaaan Della. Semuanya tergantung di pemilik rumah, mo nyewainnya kyk gimana.
Utk brhubungan dgn pemilik flat,itu tergantung lg. Kl kita sewa flat di atas 6 bulan, biasanya lewat agen. Jd bisa aja kita ketemu ada landlordnya. Tp jg ada kemungkinan sejak awal kita sewa flat, ga ketemu sama sekali ama landlordnya.
Semoga membantu ya.
Salam,
Giri
adisapangestu says:
Feb 13, 2013
Hai mas giri saya adisa sekarang saya masih bersekolah di suatu SMA Negeri di Surabaya,saya berencana lulus SMA ini saya akan melanjutkan bersekolah di Le Cordon Bleu london.
)
pertanyaan saya:
saya membuka website marshandparsons.co.uk untuk mencari tempat tinggal.
budget saya sekitar 2100pounds/bulan. apakah itu cukup untuk tinggal(dan sedikit belanja :p)??
saya sudah sangat interest dengan suatu tempat tinggal di Lambert Road,Clapham.
apakah itu jauh dari oxford street&bloomsbury?
apakah itu juga termasuk listrik,air,dan pajak pemerintah?
http://www.marshandparsons.co.uk/property-lettings/properties-to-rent-between-200-and-500-in-london/page-34
(kalau sempat coba lihatkan mas,saya nggak mudeng soalnya
lantas sisa uangnya saya pakai buat makan dan having fun.. apakah cukup?
saya soalnya nggak pingin menyusahkan papa saya mas giri tapi bayangan saya untuk tetap bisa berbelanja seperti di Indonesia sangat besar ;D
Big thanks,
Adisa
giri says:
Feb 15, 2013
Hi Adisa,
Untuk biaya hidup di London, sebenarnya bisa buka artikel Biaya Hidup di London Inggris . Budget £2,100/bulan sudah lebih dari cukup. Cukup untuk tinggal dan banyak berbelanja
Saya tidak bisa masuk ke link yang diberikan Alisa karena tampaknya itu web hasil search. Sehingga kita saya membukanya, hasilnya berbeda lagi. Saranku, cari rumah di website zoopla dan atau primelocation. Untuk masalah listrik, air, dan pajak; harus diliat lagi di website. Biasanya ama landlord, akan dituliskan apa saja benefit tinggal disitu.
Untuk alamat, sebenarnya Alisa buka membuka google maps dan melihat lokasi tempat tinggal. Tapi tenang saja, di London, angkutan umum sangat nyaman untuk dinikmati.
Semoga membantu.
Salam,
Giri
Ren says:
Feb 15, 2013
hello mas Giri
salam kenal..
mas mohon bantuan nya apakah perusahaan jasa pengiriman paket yang berlokasi di London dengan alamat Website: http://www.access-cs.net adalah perusahaan yang benar keberadaan nya atau fiktif.
Terima kasih
giri says:
Feb 15, 2013
Hi Ren.
Salam kenal. Terima kasih telah mampir ke blog saya. Silakan mampir ke artikel Penipuan Kerja ke London Inggris di http://www.girinarasoma.com/penipuan-kerja-ke-london-inggris/ . Semoga bisa membantu.
Salam,
Giri
Della says:
Feb 15, 2013
Makasih jawaban atas pertanyaan aku sebelumnya kak.
Mau tanya lagi, shared house London semacam kost-kostan di indonesia kah?
giri says:
Feb 15, 2013
Ya. Kuranng lebih seperti kost-kostan
Shelly says:
Mar 16, 2013
Hello Mas Giri, saya Shelly.
Saya mau tanya, kira-kira di University of Westminster ada “Indonesian Community” ga ?
Sebenarnya saya sempat baca di website univ tsb, dan alumni dr Indonesia klo tdk slh cuman ada 1 orang.
Barangkali Mas Giri tahu sedikit tentang University of Westminster. Terimakasih
giri says:
Mar 17, 2013
Halo Shelly,
Saya ga tau di Univ of Westminster ada Indonesia Community ato ga.
Yang saya tahu, banyak kok mahasiswa asal Indonesia di Univ of Westminster. Pas saya kuliah aja, ada lebih dr 5 org di Westminster asal Indonesia.
Nanti pas di London, sering ikut aja kl ada ketemuan PPI London/UK. Dari situ, ketemu tmn2 Westminster asal Indonesia.
Salam,
Giri
Vee says:
Mar 17, 2013
Salam Kenal Mas Giri..
Waah, setelah saya baca2 dari atas-bawah, seru nih obral2nnya. Asik ya mas bsa ke Luar Negeri apalagi bisa hidup disana. London salah satu Negara impian saya mas, saya selalu berharap suatu waktu nanti saya bner2 bisa kesana, bisa keliling di UK. Sebentar lagi saya akan lulus dari salah satu univ di Indonesia, dan cita-cita saya ingin kerja disana (tapi sayangnya B.Inggris saya masih sangat kurang, heehee). Saat ini saya hanya bisa berusaha dan berdoa semoga impian-impian saya bisa terwujud, aimin. I LOVE UK….
giri says:
Mar 17, 2013
Salam Vee,
Ya, saya doakan suatu hari Vee bisa keliling UK.
Dari sekarang, dilatih aja bahasa inggrisnya. Pasti ntar jadi jago
Good luck
Giri
Vee says:
Mar 17, 2013
Waah, setelah saya baca2 dari atas-bawah, seru nih obrolan2nya. Asik ya mas bisa ke Luar Negeri apalagi bisa hidup disana. London salah satu Negara impian saya mas, saya selalu berharap suatu waktu nanti saya bener2 bisa kesana, bisa keliling di UK. Sebentar lagi saya akan lulus dari salah satu univ di Indonesia, dan cita-cita saya ingin kerja disana (tapi sayangnya B.Inggris saya masih sangat kurang, heehee). Saat ini saya hanya bisa berusaha dan berdoa semoga impian-impian saya bisa terwujud, aimin. I LOVE UK….
Shelly says:
Mar 18, 2013
o begitu, ok makasi Mas Giri,
anyway Mas Giri tau ga ngirim dokumen dr Indonesia ke London biasa nya berapa ?
saya berencana akan mengirimkan dokumen yg berisi requirements kesana
giri says:
Mar 19, 2013
Harus dikirim manual ya? Coba saja menggunakan email.
Tapi kl memang hrs dikirim, ya bisa pake fedex atau dhl.
Sy prnh ngirim pake FedEx dari Jakarta ke London sekitar 400-600rb (lupa pastinya).
Shelly says:
Mar 19, 2013
iy Mas untuk International student dia minta kirim manual
o gtu, kalo lewat pos biasa bisa ga Mas ?
kalo lewat fedex ato dhl itu ngabisin waktu brp lama
giri says:
Mar 19, 2013
Wah, saya lupa pastinya.
Coba tanya langsung dengan pos, FedEx, dan DHL supaya dpt jawaban yg lebih tepat.
Good luck.
ikarindy says:
Mar 19, 2013
hi mas giri,
saya ikarindy, berencana dengan suami berangkat ke north london akhir juli ini.
suami study di middlesex university dan saya sebagai spouse berencana ambil study dan kerja disana.
kalau boleh bantu saran mas giri, apakah sulit mendapatkan pekerjaan disana?
apakah ada reference untuk saya dengan background pendidikan communication mas?
kalau boleh minta email dan ym mas giri untuk menjadi advisor saya disana mas akan sangat membantu.
terima kasih mas giri
giri says:
Mar 22, 2013
Hi Ikarindy,
Kita berlanjut di email ya.
Salam
Shelly says:
Mar 20, 2013
o gtu, kak saya tanya-tanya lewat twitter ya. makasi
giri says:
Mar 21, 2013
Via email aja di girinarasoma@yahoo.com
oca says:
May 10, 2013
Mas giri,saya oca,beberapa bulan ini saya komunikasi dengan orang London.ujung-ujungnya mengajak nikah.Karena mmg tujuan awalnya dia cari istri.Tapi saya sudah punya anak.Dia Juga punya anak.Kalo boleh tau apakah orang sana keberatan/mengijinkan jika pasangannya juga membawa anak.Selama ini jika kutanya dia tidak menjawab boleh tidaknya,tp dia sudah tau kalo aku juga punya anak dan tinggal sama aku.Maksih infonya.
giri says:
May 12, 2013
Halo Mbak Oca,
Masalah keberatan, silakan bertanya langsung ke bersangkutan. Saya tidak faham perihal menikah di UK.
Semoga membantu.
Salam,
Giri