Belanja Online .
Selama tinggal di London, bisa dikatakan bahwa 80% barang-barang yang saya beli, selain kebutuhan sehari-hari (beras, daging, sabun, atau susu), dilakukan via online. Buku-buku, barang elektronik, mainan, alat musik, atau peralatan tukang nyaris semuanya hasil belanja online. Amazon dan ebay adalah 2 toko yang menjadi tempat utama berbelanja online. Dua puluh persen barang lainnya memang dibeli di toko beneran karena berhubungan dengan coba-mencoba sebelum membeli seperti jaket, kaos, dan sepatu. Ya, bisa dibilang 60-70% belanja online saya adalah buku. Namanya juga mahasiswa dan ditambah hobi baca dan ditambah koleksi buku yang lengkap, udah deh.

Di Indonesia, saya juga sempat belanja online. Namun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Ada 3 alasan utama kenapa saya ‘hobi’  belanja online di Inggris, yakni:

1. Aman

Ini merupakan faktor utama saya mau berbelanja online di Inggris. Andai kata berbelanja online tidak aman, sudah pasti saya akan meninggalkan kebiasaan berbelanja online. Tidak seperti kaskus di Indonesia (2 tahun yang lalu, ga tau sekarang), jika kita berbelanja via amazon, kita dapat melakukan transaksi langsung pada web amazon. Dengan kata lain, Amazon bertindak sebagai toko yang bertanggung jawab atas segala produk yang dijual di website mereka, tidak seperti kaskus yang bertindak seperti perantara dimana pembelian dilakukan dengan metode yang disetujui antara pembeli dan penjual, entah itu COD, transfer bank, atau PayPal.

Saya merujuk pada kaskus karena menurut saya kaskus adalah salah satu e-business terlengkap dan terdepan di Indonesia. Saya belum menemukan 1 e-commerce di Indonesia yang menjual berbagai produk, lengkap, dan dapat diandalkan. Bhinneka yang merupakan salah satu toko online ternama di Indonesia sayangnya hanya menjual barang-barang elektronik.

Belanja online di Inggris tergolong aman. Banyak terbentang poster-poster mengenai cara aman berbelanja online. Regulator dan operator memastikan platform untuk berbelanja online aman dan nyaman seperti adanya undang-undang kerahasiaan data pribadi, operator menggunakan https dan menyediakan pilihan pembayaran via visa debit atau mastercard debit, dan lain sebagainya. Ketika saya berbelanja dan lalu tiba-tiba internet putus, saya pun merasa aman apakah transaksi berhasil atau tidak. Operator akan memberitahukan keberhasilan transaksi berbelanja saya.

Belanja Online

Belanja Online via Amazon

2. Murah

Alasan kedua yang sebenarnya tak kalah penting adalah masalah harga. Harga-harga pada toko online di Inggris jauh lebih murah dibandingkan dengan toko-toko riil. Sebuah buku yang dijual di Waterstones (toko buku ternama di Inggris, ya seperti Gramedia jika di Indonesia) dengan harga £15.99, ternyata jika di Amazon.co.uk bisa hanya setengahnya, sekitar £7.99. Ongkos kirim pun bisa gratis (kalau mau yang 1 hari nyampe, ya memang harus bayar).

Harga buku di toko online murah bisa jadi disebabkan karena tidak ada biaya sewa toko yang mahal. Dengan menyimpang stok produk di gudang, cost yang dikeluarkan sudah pasti lebih kecil. Selain membayar biaya sewa di toko, sebuah toko nyata juga harus membayar cost lain seperti listrik atau tenaga kerja per store yang pastinya tidak murah. Masih banyak faktor lain yang menyebabkan harga buku di toko online lebih murah daripada toko nyata seperti transportation cost, pajak, dan lain sebagainya.

Jika pun ternyata harga buku antara toko online dan toko nyata sama, tetep toko online lebih murah. Kenapa? Karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi naik bus atau tube yang mahal di London ini, kecuali tinggalnya ga jauh dari toko-toko. Sekali naik bus, biaya yang dibutuhkan bisa £1.35. Untuk bolak-balik ya artinya dibutuhkan biaya £2.70. Itulah kenapa belanja online itu sudah hampir pasti lebih murah dibandingkan di toko nyata.

3. Return Policy

Policy ini sebenarnya tidak hanya berlaku di belanja online saja. Berbelanja di toko nyata di Inggris pun, policy ini ada. Kita sebagai consumer memiliki hak untuk mengembalikan barang jika tidak sesuai dengan spesifikasinya. Bahkan ada beberapa toko dimana kita bisa mengembalikan produknya tanpa perlu alasan yang jelas. Sangat berbeda dengan beberapa toko di Indonesia, yang menulis dengan tegas ‘Barang Yang Sudah Dibeli, Tidak Dapat Dikembalikan’. Di banyak toko disini, selama barangnya masih dalam kondisi bagus dan disertai dengan bon pembelian, produk dapat dikembalikan tanpa banyak blabliblu dari mbak-mbak penjaga toko.

Policy ini berlaku untuk barang-barang yang dijual Amazon langsung. Pembeli bisa mengembalikan barang dalam waktu tertentu dan akan mendapatkan refund. Kehadiran kebijakan ini sangat membuat pembeli online seperti saya merasa nyaman. Jika barang yang saya beli ternyata cacat atau saya tidak suka, saya dapat mengembalikan dengan prosedur yang jelas dan mudah untuk dilaksanakan.

Ya, seiring dengan bertambahnya pengguna internet di Indonesia dan bertambahnya daya beli masyarakat Indonesia, semoga toko online bisa menjadi salah satu alternatif utama toko-toko nyata di mal. Semoga e-commerce di Indonesia bisa menyediakan platform yang aman bagi penggunanya, menghadirkan harga yang murah, dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro-konsumen.

Belanja Online